Warriors of the Storm (Book 9 of The Saxon Chronicles)

Warrior of the StormKisah petualangan Uhtred of Bebbanburg berlanjut terus hingga buku ke-9 Warriors of the Storm. King Alfred sudah wafat dan kekuasaan di kerajaan-kerajan di Inggris dilanjutkan oleh putra-putrinya, Edward sebagai king of Wessex di Inggris selatan dan Æthelflæd sebagai penguasa Mercia. Sementara orang-orang Vikings harus puas mendiami Northrumbria di Inggris bagian utara, setelah gagal dalam berkali-kali usahanya menginvasi Wessex dan Mercia, dan harus mengakui keunggulan strategi perang King Alfred dan Uhtred sebagai panglimanya. Kedamaian, walaupun semu, sementara bisa dinikmati rakyat Inggris. Dalam masa damai ini Uhtred yang sudah beranjak tua diserahi tanggung jawab mengepalai garnisun di kota benteng Ceaster (sekarang Chester) dan Brunanburh di mulut sungai Maerse, di dekat perbatasan Mercia dan Northrumbia, dibantu oleh putranya Uhtred Uhtredson.

Kedamaian itu terusik ketika suatu pagi barikade di muara sungai Maerse berhasil ditembus oleh kapal-kapal Viking yang datang dari Irlandia di bawah pimpinan Ragnall Ivarson, pemimpin Vikings yang terkenal kejam dan ditakuti.  Ragnall datang membawa ribuan pasukan Vikings dari Irlandia, berkali-kali lipat dari garnisun pimpinan Uhtred, untuk sekali lagi mencoba menginvasi dan menguasai seluruh daratan Inggris.

Pada dasarnya invasi Viking ke Wessex dan Mercia sebelumnya terhenti karena tidak adanya seorang pemimpin yang kuat di antara para kepala suku Vikings di Northrumbria sehingga mereka terpecah belah. Kedatangan Ragnall dengan balatentaranya ditakutkan akan memperkuat dan menyatukan orang-orang Vikings di Inggris dan kemudian melanjutkan cita-cita mereka untuk menguasai seluruh Inggris raya. Uhtred harus memutar otak untuk menebak dan mengantisipasi langkah-langkah apa yang akan dilakukan Ragnall, serta menyiapkan strategi untuk menghadapi serbuan-serbuan Vikings.

Uhtred adalah putra bangsawan Inggris yang ayahnya dibunuh orang Vikings dan dia sendiri kemudian dibesarkan oleh ayah angkatnya, Ragnar, sebagai seorang Vikings. Ketika kemudian nasib membawanya bertemu dengan King Alfred dari Wessex, Uhtred kemudian justru menjadi  panglima perang Wessex yang waktu itu adalah satu-satunya kerajaan di Inggris yang belum dikuasai Vikings (baca: The Last Kingdom).

Walaupun dia adalah serang pejuang Inggris, Uhted tetap memepertahankan kepercayaannya sebagai seorang Vikings, sebagai pagan pemuja Odin dan dewa-dewa Vikings lainnya. Uhtred bahkan tetap berpenampilan sebagai seorang Vikings, dengan rambut panjang dan jenggot lebat, kalung jimat Thor, gelang-gelang emas di lengannya, dan juga tetap berbahasa Vikings. Jiwa Vikings nya inilah yang membantunya menebak cara berpikir dan strategi perang Ragnall dan mengantisipasi setiap langkah-langkahnya, sehingga kemudian mampu mengalahkan pasukan Ragnall dalam beberapa pertikaian.

Ketika semua strategi Uhtred seakan berjalan lancar, dan pasukan Ragnall terus mengalami tekanan, Uhtred terpaksa teralih perhatiannya karena munculnya masalah-masalah baru di sekitarnya. Munculnya Haesten – musuh lama Uhtred yang licik, kegaduhan di kota Ceaster menjelang perayaan pengangkatan Bishop yang baru, sampai kabar nasib putrinya Stiorra di Irlandia yang bersama suaminya mengalami ancaman pembantaian dari suku-suku di Irlandia, semua masalah itu membuat Uhtred harus mengalihkan perhatian dari usahanya memerangi Ragnall.

Uhtred harus mengambil pilihan-pilihan dan membuat keputusan untuk menyelesaikan setiap masalah yang muncul untuk bisa secepatnya fokus menghadapi Ragnall lagi. Sayangnya walaupun dengan pengalaman segudang dan ketrampilan bertarung yang masih sulit ditandingi, Uhtred masih tetap mengulang kesalahan yang sama. Seperti beberapa kisah sebelumnya, percaya diri berlebihan dan jiwa bertualang ala Vikings nya yang sering muncul membuatnya membuat kesalahan-kesalahan yang seringkali membahayakan dirinya dan pasukannya. Dan kali ini satu kesalahan saja bisa berakibat fatal, karena Ragnall yang keji dan balatentaranya siap menghukum kesalahan tersebut dengan sekejam-kejamnya.

Seperti biasa dalam Warriors of the Storm ini kisah petualangan Uhtred disajikan dalam tempo tinggi. Peperangan melawan bangsa Vikings ini disajikan secara detil dan penuh darah, dengan taktik perang yang brilian dari para warlord awal abad pertengahan. Shield walls, perang klasik bangsa Vikings, tetap dimunculkan dengan gambaran yang lebih nyata, mulai dari aksi provokasi sebelum shield wall clash terjadi, diikuti heroisme dan rasa ketakutan yang luar biasa, sampai horor yang benar-benar intens, menegangkan dan membuat perut mulas ketika perisai-perisai saling berkait dan beradu dan darah mulai berhamburan.

Dalam kisah kali ini juga digambarkan bagaimana Uhtred dan pasukannya tidak seperti biasanya menunjukkan keahlian bertempur dari atas kuda. Judul Warriors of the Storm sendiri diambil dari aksi pasukan berkuda garnisun Ceaster di bawah pimpinan Uhtred yang menembus hujan badai menggempur balatentara Ragnall.

Tentu saja konflik agama kristen dan pagan tetap menjadi latar belakang cerita di buku ini. Sesungguhnya konflik ini lah justru yang membuat kisah petualangan Uhtred menjadi menarik. Uhtred adalah seorang pagan tetapi dia harus berperang di pihak kristen Inggris melawan Vikings yang pagan. Hal ini banyak menimbulkan konflik dalam dirinya karena dia sendiri beranggapan Kristen adalah agama yang tidak masuk akal. Sebagai contoh dalam buku ini diceritakan bagaimana Uhtred menentang kebiasaan Kristen yang merayakan hari raya paskah (Easter) dengan penuh kehikmatan, sedangkan menurut dia Easter harus dirayakan dengan berpesta dan kemudian bercinta dan membuat keturunan sebagai simbol pemujaan terhada dewi pagan Eoster.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: