The Other Boleyn Girl

Other_boleyn_girl_postSebetulnya ini adalah film lama (diproduksi tahun 2008) dan review nya pernah saya posting di multiply, sayangnya situs ini sekarang sudah ditutup. Tetapi tidak ada salahnya untuk re-post karena isi ceritanya sangat menarik dan quite well known, dan untuk ukuran genre historical fiction film ini lumayan sukses dengan pemasukan lebih dari 75 juta dollar US.

The Other Boleyn Girl adalah film yang diadaptasi dari buku best seller dengan judul yang sama karangan Philippa Gregory. Setting cerita adalah tahun 1500-an pada saat Inggris berada di bawah kekuasaan keluarga Tudor, tepatnya di masa Henry VIII. Dibintangi oleh Natalie Portman (Anne Boleyn), Eric Bana (King Henry) dan Scarlett Johansson (Mary Boleyn), film ini bercerita tentang salah skandal paling kontroversial dalam sejarah kerajaan Inggris abad pertengahan, cerita tentang ambisi keluarga Boleyn untuk mendudukkan keturunannya di singgasana tertinggi raja Inggris.

Anne, Mary, dan George adalah 3 bersaudara keluarga bangsawan Boleyn, menghabiskan masa kecilnya bertiga penuh kegembiraan sebagaimana layaknya kakak beradik. Menginjak remaja, Mary lebih dulu dinikahkan dengan Lord William Carey, sementara ketika King Henry berkunjung, Anne disiapkan sebagai alat politik keluarga Boleyn untuk memikat sang raja. Skenario berubah ketika ternyata Henry justru terpikat oleh Mary, si pirang yang lugu dan tulus, yang merawat luka sang Raja setelah terjatuh dari kuda. Anne –  cantik, pintar, dan ambisius – menuduh Mary merayu Henry, yang kemudian menjadi awal persaingan kedua gadis Boleyn memperebutkan cinta sang Raja.

Atas permintaan Henry, Anne dan Mary dibawa ke kerajaan, menjadi gadis kerajaan mendampingi sang Ratu, Queen Katherine of Aragon, Princess of Spain, permaisuri dari King Henry. Saat itu hubungan Henry dan Katherine berada pada masa sulit karena sang Ratu belum berhasil memberikan seorang putra sebagai pewaris kerajaan. Tidak adanya calon pewaris tahta menjadi kekhawatiran seluruh bangsa Inggris karena jika terjadi sesuatu terhadap sang Raja, kemungkinan besar akan terjadi perang saudara seperti yang pernah terjadi di masa-masa sebelumnya.

Di istana Mary adalah mistress dari King Henry, siap menemani sang Raja kapan pun diminta, sementara Anne hanyalah “the other Boleyn Girl”.  Anne kemudian jatuh cinta dengan pemuda bangsawan terkemuka Henry Percy, bahkan sempat melakukan pertunangan rahasia. Pertunangan itu kemudian menimbulkan kemarahan besar bagi ayah dan paman Anne. Pertunangan dan pernikahan di kerajan adalah masalah politik, it has nothing to do with love. Anne kemudian diasingkan ke Perancis oleh ayah dan pamannya. Anne menuduh Mary yang melaporkan pertunangan tersebut yang membuatnya semakin benci pada saudaranya.

Mary akhirnya mengandung anak Henry, dan ketika saat melahirkan makin dekat keluarga Boleyn khawatir Henry akan “melirik” wanita lain. Untuk mengalihkan Henry dari wanita lain, Anne dipanggil kembali ke Inggris untuk memikat sang Raja selama Mary melahirkan.  Yang terjadi Henry justru benar-benar kepincut dengan Anne, yang menjadi semakin cantik dan pintar setelah belajar di Perancis. Henry bahkan melupakan Mary dan really falling in love with Anne.

Anne menggunakan semua pesonanya tidak hanya untuk menyingkirkan Mary, tetapi juga menggeser Queen Katherine dari singgasana permaisuri. Henry kemudian berhasil dibujuk untuk menganulir pernikahannya dengan Katherine dengan alasan pernikahan tersebut tidak sah karena sebelumnya Katherine pernah menikahi almarhum kakak dari King Henry. Singkat cerita Anne berhasil menyingkirkan Katherine dan menikah dengan Henry serta dinobatkan sebagai Queen of England. Disingkirkannya Queen Katherine mengakibatkan efek yang luar biasa mulai dari kemarahan rakyat, Inggris mengalami excommunicate dari Paus, sampai ancaman diserang oleh Spanyol. Puncak kejadian adalah dipancungnya Thomas More, Lord Chancellor yang merupakan salah satu orang terdekat Henry sendiri, karena menolak penobatan Anne tersebut.

Menduduki singgasana sang Ratu Inggris ternyata tidak membuat Anne tenang karena sebagaimana ratu sebelumnya, posisi Anne pun tidak akan aman tanpa kehadiran putra mahkota. Anne kemudian makin mengalami depresi ketika kemudian hamil dan ternyata “cuma” melahirkan seorang anak perempuan. Sementara itu Mary yang sudah jenuh dengan intrik di istana memutuskan untuk menikah diam-diam dengan William Stafford, seorang “biasa”, dan tinggal di pedesaan. Anne yang frustrasi malah terlibat skandal incest (percintaan dengan saudara sedarah) dengan George. Skandal tersebut dipergoki dan dilaporkan kepada Henry oleh Jane Parker, istri George yang memang seorang yang bertabiat dengki pula. Incest adalah perbuatan yang sangat dicela oleh gereja dan apa yang diperbuat Anne adalah pengkhianatan terhadap raja. Setelah diadili tanpa ampun pengadilan menjauhkan hukuman pancung bagi Anne dan George. Mary yang datang dari desa terlambat untuk menyelamatkan George dari hukuman pancung tapi masih sempat berusaha membujuk Henry untuk membatalkan hukuman terhadap Anne. Bujukan Mary tidak berhasil, hukuman pancung Anne menjadi akhir yang tragis dari film ini.

OBGThe Other Boleyn Girl adalah film yang berusaha menunjukkan realita sejarah di masa itu, di mana wanita banyak dijadikan alat politik keluarga untuk menghasilkan kekayaan dan kejayaan bagi keluarga. Seperti kebanyakan film adaptasi, orang yang pernah baca bukunya kelihatannya akan merasa kecewa dengan film ini, seperti biasa terlalu banyak peyederhanaan, terutama dalam penggambaran karakter dan konflik, yang justru menjadi kekuatan bukunya.

Eric Bana dengan brewok dan postur tinggi besarnya cukup representatif memerankan King Henry, sayangnya menurut Natalie Portman kelihatannya “too cute” untuk memerankan Anne yang mestinya cantik, smart, sensual dan ambisius. Aktris seperti Angelina Jolie, dalam versi yang lebih muda, mestinya lebih cocok memerankan Anne. Scarlett Johannson sendiri is not really my favorite actress. In general, film ini layak ditonton, tapi bukunya much more recommended.

Ada juga mini serie Tudor yang dibintangi oleh Jonathan Rhys-Myers dengan garis beras cerita yang sama dengan The Other Boleyn Girl. Karena bentuknya TV serie, maka alur cerita bisa dibuat lebih detil. Tambahan lagi Rhys-Myers kelihatan sangat pas memerankan King Henry, dengan gayanya yang overconfident, ngotot, kadang genit, dan sesuka hati, cocok dengan citra King Henry yang sesungguhnya. Very recommended.

2 responses to this post.

  1. Posted by Mei.D.Aida on January 13, 2015 at 4:19 pm

    pertama kali nonton film ini waktu ak SMP. Ceritanya emang seru,apalagi pas mary harus di pingit pas hamil tapi entah kenapa anne malah nyari kesempatan buat menyingkirkan posisi mary bahkan menyingkirkan posisi ratu! padahal akhirnya anak mary itu laki laki. keren banget ceritanya. Konfliknya berat dan menegangkan

    Reply

    • Posted by toelistangan on January 14, 2015 at 11:20 am

      Hai Mei, iya seru ya konfliknya…bukunya lebih seru tuh, karena lebih detil…atau coba nonton mini serie Tudor, ceritanya sama tapi lebih panjang dan detil

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: