VIKING : Odinn’s Child

Odinn's ChildOdinn’s Child adalah buku pertama dari trilogi Viking karya Tim Severin, kisah petualalangan anak muda Thorgils Leifsson menelusuri jati dirinya di bawah bimbingan Odinn, sang mahadewa.

Thorgils lahir tahun 999, hanya beberapa bulan sebelum pergantian milennium di Birsay, sebuah pulau kecil di lepas pantai utara Scotland. Thorgils lahir dari pasangan Leif the Lucky, putra dari Erik the Red sang petualang Viking, dan seorang volva (peramal/pengihir) keturunan Irlandia bernama Thorgunna. Sejak kecil Thorgils tidak pernah mengenal orang tuanya. Ketika bertemu Thorgunna di Birsay, Leif sedang dalam perjalanan dari Greenland ke Norway dan Thorgils lahir ketika ayahnya sudah meninggalkan Thorgunna dan melanjutkan perjalanannya mengantarkan seekor beruang sebagai penghormatan kepada King of Norway.

Thorgils bayi dibawa pergi dari Biscay oleh Thorgunna ke Iceland, di sana Thorgunna mati secara misterius dan kemudian Thorgils yang baru berumur 2 tahun dibawa oleh Gudrid, seorang wanita cantik istri seorang pedagang bernama Thorir, berlayar ke Greenland. Ketika kapal yang dinaiki oleh Gudrid dan Thorir terdampar di Greenland, mereka justru kemudian diselamatkan oleh ayah Thorgils sendiri, Leif the Lucky. Tetapi kemudian Thorgils ditolak di keluarga Leif karena dianggap anak haram dan kemudian dia dibesarkan oleh Gudrid di sebuah perkampungan bernama Brattahlid di Greenland.

Di Greenland saat itu agama kristen sedang berkembang dengan cepat dan mulai mengikis eksistensi dari agama lama, The Old Ways. Sebagai contoh kakek Thorgils sendiri, Erik the Red, adalah seorang pemuja Thor, tetapi istrinya adalah penganut ajaran White Christ, sebutan untuk Yesus. Di Greenland lah Thorgils mulai mengenal Odinn, dewa pengelana yang menjadi inspirasi petualangannya.

Petualangan Thorgils semasa kanak-kanak dan remaja berlanjut ketika dia mengikuti kerabatnya pindah ke sebuah pulau terasing bernama Vinland di Amerika Utara (sekarang di daerah Newfoundland). Di sana mereka bertemu bangsa pribumi Skraeling (nenek moyang bangsa Inuit dan Eskimo) yang akhirnya mengusir mereka dari Vinland.

Map of Erik The RedThorgils kemudian kembali ke Greenland dan kemudian menetap di Iceland bersama pamannya Snorri Godi. Di Iceland inilah Thorgils bertemu dengan guru spritualnya bernama Thrand, seorang warrior dari Jomsvikings, penganut The Old Ways dan pemuja Odinn. Sejak kanak-kanak Thorgils sudah menyadari kemampuannya sebagai seorang Seidr (semacam paranormal) yang dia turunkan dari ibunya, si penyihir Thorgunna. Ketika bersama Thrand lah Thorgils belajar dengan mendalam mengenai kemampuan supranaturalnya, juga tentang Odinn, dan The Old Ways. Di sini lah Thorgils mulai menyadari bahwa semua petualangannya adalah demi mengenal Odinn, si dewa pengelana, yang juga menjadi penunjuk jalan dan penyelamatnya.

Ketika kemudian Thorgils terpaksa terlibat dalam konflik keluarga di Iceland, Thorgils terpaksa harus pergi dan dia memutuskan untuk mencari tahu tentang keluarga ibunya di Scotland. Bukannya berhasil menemukan keluarganya, Thorgils justru terbawa dan terlibat dalam perang antara bangsa Irlandia dalam the Battle of Clontarf. Peperangan yang diakhiri dengan Thorgils menjadi budak tawanan perang.

Kalau terbiasa dengan buku karangan Bernard Cornwell atau Conn Iggulden yang high tempo dan penuh adegan peperangan, mungkin agak sedikit kecewa dengan The Odinn’s Child ini. Cerita di buku ini mengalir lebih lambat, terutama kelihatannya karena Mr. Severin lebih memilih tokoh utamanya seorang yang ‘low profile’, bandingkan misalnya Thorgils seorang pengelana miskin dengan seorang warlord seperti Uhtred of Bebbanburg, panglima perang di Saxon series nya Mr. Cornwell. Walaupun begitu alur cerita trilogi Viking ini tidak kalah menarik, terutama ketika menggambarkan kehidupan bangsa Viking di daerah-daerah terdingin di sudut-sudut Eropa seperti Iceland dan Greenland, pulau-pulau dengan kehidupan yang berat yang justru akhirnya melahirkan para pejuang dan petualang tangguh.

Battle of Clontarf

Battle of Clontarf, oil on canvas painting by Hugh Frazer, 1826, Isaacs Art Center

Thorgils, putra dari Leif the Lucky dan Thorgunna bukanlah tokoh fiktif. Di dalam Saga of Erik the Red, kisah tentang perjalanan Erik the Red menemukan benua amerika, Thorgils disebutkan datang ke Greenland dan diakui sebagai anak oleh Leif. Kisah Thorgils ini memang banyak diilhami oleh kisah-kisah legendaris petualangan bangsa Viking seperti Saga of Erik the Red, Saga of the Icelandic, and Saga of Greenlanders. Tokoh-tokoh historis yang muncul di buku ini selain Erik dan putranya Leif ada juga Bjarni Herjolfsson, Thorfinn Karlsefni, dan High King of Ireland Brian Boruma yang terbunuh dalam the Battle of Contarf.

Menarik juga melihat bagaimana perjuangan para penganut The Old Ways mempertahankan agamanya terhadap ekspansi dari ajaran The White Christ. Di bagian akhir Thorgils mendapatkan kesimpulan bahwa sesungguhnya The Old Ways tidak akan pernah hilang, melainkan diadopsi oleh ajaran White Christ  seperti yang didengar Thorgils dari Eochaid, seorang mantan biarawan pengelana yang menjadi gurunya di Ireland:

“The priests and monks build cleverly on well-laid foundations, ‘Samhain, our Festival of the Dead, becomes the eve of their All Saints’ Day; Beltane, which for us is the reawakening of life and celebrated with new fire, is turned into Easter even with the lighting of their Paschal Fire; our Brigid the exalted one, of whom I am a particular adherent, for she brings healing, poetry and learning, has been transmuted into a Christian saint. The list goes on and on. Sometimes I wonder if this means that the Old Ways are really still flourishing beneath the surface, and I could have stayed a monk and still worshipped the Gods in a different guise…”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: