Saxon: Book of Dreams

Book of DreamsSetelah sekian lama mencari, akhirnya dapat juga novel yang mengambil setting  sekitar tahun 778 AD di jaman kekuasaan Charlemagne, raja pertama yang berhasil menyatukan bangsa Frankia di Eropa bagian barat (sekarang daerah Jerman dan Perancis) dan adalah yang pertama menyebut dirinya sebagai The Holy Roman Emperor.

Tokoh utama buku karangan Tim Severin ini adalah Sigwulf, seorang pangeran di sebuah kerajaan kecil di daratan Inggris yang di invasi oleh King Offa dari Mercia. Sigwulf adalah salah satu dari sedikit yang selamat ketika King Offa menyerang, dan menjadi tawanan untuk kemudian dikirim ke kerajaan Frankia di eropa daratan sebagai sandera bagi King Charlemagne (disebut juga Charles the Great atau Carolus Magnus).

Setelah perjalanan laut yang kurang menyenangkan bersama Osric budak setianya, Sigwulf mendarat di Perancis dan meneruskan perjalanan ke pusat kerajaan Charlemagne di Aachen (Jerman bagian utara). Di Aachen Sigwulf tinggal dan bertemu dengan para Paladin (pangeran atau putra/kerabat dari bangsawan di wilayah kekuasaan Frankia), tinggal dan berteman dengan mereka di bawah pimpinan Hroudland, keponakan Charlemagne.

Mirip dengan tokoh Thorgils di Trilogi Vikings, karya terkenal lain dari Tim Severin, Sigwulf juga memiliki kemampuan paranormal walaupun tidak sekuat Thorgils. Sigwulf lahir dengan ciri khas bola mata dengan warna berbeda, ciri bawaan lahir yang sering dihubung-hubungkan dengan mistis. Karena takut ciri bawaan ini malah akan membahayakan dirinya, Sigwulf menutup salah satu matanya sehingga ia dipanggil dengan julukan Patch. Sigwulf memiliki saudara kembar yang meninggal pada waktu mereka masih kanak-kanak. Saudara kembarnya ini lah yang sering muncul baik dalam mimpi maupun penampakan di alam nyata, yang biasanya kemunculannya memberikan pertanda suatu kejadian kepada Sigwulf.

Di Aachen  Sigwulf berteman baik dengan,  Hroudland, pertemanan yang menguntungkan karena Hroudland adalah salah satu tangan kanan Charlemagne, tetapi juga membahayakan karena Sigwulf menjadi terlalu dekat dengan politik istana, terbukti dengan adanya beberapa percobaan pembunuhan terhadapnya. Sigwulf juga berteman baik dengan seorang Paladin lain bernama Gerard yang menghadiahinya dengan sebuah buku berjudul Oneirokritikon, sebuah buku yang mengulas tentang arti mimpi. Buku inilah yang membantu Sigwulf menerjemahkan mimpi-mimpi yang dialaminya sendiri, bahkan mimpi orang lain termasuk mimpi Charlemagne yang kemudian mimpi tersebut terbukti merupakan pertanda akan peristiwa penting yang akan terjadi.

Kemampuan Sigwulf untuk menerjemahkan mimpi dan pertemanannya dengan Hroudland membawa Sigwulf ikut serta dalam ekspedisi pasukan Charlemagne mengarungi daratan Eropa, menyeberang pegunungan Pyrenee sampai ke Zaragoza di Spanyol, yang pada masa itu dikuasai oleh Muslim Arab (orang barat menyebut mereka Saracen). Petualangan Sigwulf berakhir dalam perang yang disebut sebagai Battle of Roncesvalles ketika pasukan Frankia di bawah pimpinan Hroudland berperang dengan heroik melawan suku bangsa Vascon yang jumlahnya berlipat-lipat. Peperangan yang sebelumnya sudah pernah dimimpikan oleh Charlemagne tetapi Sigwulf baru mengerti arti sebenarnya dari mimpi tersebut pada saat perang itu terjadi.

Tim Severin adalah seorang ahli sejarah dan penulis yang tidak hanya menulis dari belakang meja tetapi melakukan sendiri napak tilas perjalanan bersejarah dari para tokoh historis, seperti ketika dia menelusuri perjalanan Marco Polo dengan mengendarai motor dari Venesia sampai ke Turki, Persia dan Afghanistan. Dia bahkan mengikuti pelayaran tokoh legendaris Sinbad dari kisah 1001 Malam sejauh 9600 km selama 8 bulan dari Oman sampai India dan China. Perjalanan ini yang membuatnya memenangkan Thomas Cook Travel Award pada tahun 1982.

The Roland of legend blowing his oliphant to summon the emperor to his aid

The Roland of legend blowing his oliphant to summon the emperor to his aid

Tidak mengherankan kalau buku-buku karangan Tim Severin padat berisi kisah perjalanan dan petualangan seperti trilogi Viking dan tentu saja novel Book of Dreams ini. Perjalanan dan peperangan di pegunungan terjal dan dingin Pyrenee misalnya diceritakan dengan sangat nyata oleh Severin, seakan-akan kita sendiri merasakan betapa beratnya perjalanan itu.

Novel ini menjadi sangat menarik karena mengisahkan tokoh-tokoh yang jarang diceritakan seperti Charlemagne dan Hroudland. Hroudland atau Roland dikenal dengan pedang legendarisnya bernama Durandal, seperti juga King Arthur dengan Excalibur-nya. Legenda Hroudland dan Durandal muncul dalam puisi dan lagu The Song of Roland, menceritakan kisah heroiknya dalam pertempuran di Roncesvalles (di daerah Navarre, Spanyol) yang menginspirasikan para pejuang Eropa termasuk para pejuang Normandia ketika merebut Inggris di bawah William the Conqueror.

Tim Severin juga dengan gamblang dan berani menceritakan bagaimana peperangan di Roncesvalles terjadi antara bangsa Frankia dengan Vascon yang sama-sama beragama Kristen, bukan dengan Muslim Spanyol seperti banyak dibahas dalam buku-buku sejarah. Peperangan ini terjadi karena kebencian suku Vascon terhadap pasukan Charlemagne yang dalam perjalanannya ke Spanyol melewati wilayah mereka tetapi justru memerangi mereka  dan membuat kerusakan di sana.

Sebagai penutup, Book of Dreams ini kelihatannya merupakan buku pertama dari seri Saxon. Kita tentunya masih akan menikmati kelanjutan petualangan Sigwulf yang pasti makin seru dalam buku selanjutnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: