VAGABOND (Book 2 of Grail Quest Series)

VagabondVagabond adalah buku kedua dari The Grail Quest Series. Thomas of Hookton sang pemanah mendapat mandat langsung dari King Edward untuk mencari informasi tentang keberadaan The Holy Grail. Sementara King Edward dan pasukan Inggris melanjutkan pengepungan atas kota Calais dia Normandia, Thomas menyeberang kembali ke Inggris dengan ditemani oleh sahabatnya Father Hobbe dan kekasihnya Eleanor. Misi yang diemban adalah menemui Brother Collymore, seorang biarawan yang tinggal di Durham di Inggris Utara. Sesampainya di Durham, sebelum sempat bertemu Brother Collymore Thomas justru terjebak dan terlibat dalam perang antara sisa-sisa pasukan Inggris yang tidak ikut ke daratan Perancis melawan invasi bangsa Skotlandia. Mengetahui bahwa sebagian besar pasukan Inggris berada di Perancis, King David memimpin bangsa Skotlandia menyeberangi perbatasan Inggris. Setelah menang tanpa perlawanan berarti di Hexham, pasukan Skotlandia terhenti di Durham oleh pasukan penjaga perbatasan Inggris yang walaupun jumlahnya lebih sedikit tetapi memiliki senajata mematikan, yaitu para pemanah.

Thomas kemudian bergabung dengan para pemanah Inggris dan terlibat dalam perang di luar kota Durham yang dalam sejarah dikenal sebagai The Battle of Neville’s Cross, sementara Father Hobbe dan Eleanor masuk ke dalam kota untuk menemui Brother Collymore. Tanpa diketahui Thomas, seorang biarawan dari orde Dominican bernama Bernard de Taillebourg diutus oleh kardinal Bessieres dari Perancis dengan misi yang sama yaitu menemukan The Holy Grail. Biarawan Dominican ini ditemani oleh Guy Vexille,  bangsawan terakhir dari Astarac yang juga sepupu Thomas, orang yang membunuh ayah Thomas, Father Ralph, di Hookton beberapa tahun sebelumnya. De Taillebourg dan Guy Vexille telah lebih dulu tiba di kediaman Brother Collymore di Durham untuk menginterogasi dan kemudian membunuhnya. Ketika kemudian Father Hobbe dan Eleanor sampai di rumah Collymore, Guy Vexille dengan tangan dingin pun membunuh mereka berdua pula.

The Battle of Neville’s Cross dimenangkan oleh Inggris, banyak bangsawan Skotlandia yang terbunuh atau ditawan, termasuk King David sendiri terluka dan dibawa untuk ditawan di Tower of London. Kemenangan ini tidak lain karena andil besar dari para pemanah Inggris dengan busur panjang mereka yang sangat akurat dan dahsyat, bahkan sanggup menembus baju besi para ksatria Skotlandia. Kemenangan ini menjadi tidak berarti bagi Thomas ketika akhirnya dia menemukan Father Hobbe dan Eleanor dalam keadaan terbunuh.

Thomas yang dalam keadaan sedih luar biasa kemudian mengejar Guy dan De Taillebourg untuk membalas dendam terhadap kematian teman dan kekasihnya, ditemani oleh seorang tawanan Skotlandia bernama Robbie Douglas yang juga mempunyai dendam yang sama terhadap kedua orang tersebut. Perjalanan Thomas dari Inggris utara ke selatan, melewati London dan sampai ke Hookton kampung halamannya, dimana kemudian Thomas mendapat kabar bahwa temannya Sir Guillaume D’Evecque terkepung oleh pasukan Perancis di purinya di Normandia. Thomas kemudian menyeberang ke Normandia untuk menyelamatkan Sir Guillaume dan kemudian mereka bertiga, Thomas, Sir Guillaume, dan Robbie, melarikan diri ke La-Roche-Derrien, kota kecil di daerah Brittany yang masih dikuasai oleh pasukan Inggris.

Di La-Roche-Derrien Thomas bertemu Jeanette, mantan kekasihnya dan kemudian berjanji untuk membebaskan Charles, putra Jeanette yang ditawan oleh Charles of Blois, Duke  of Brittany. Ketika sedang mencoba membebaskan Charles itu lah Thomas dijebak dan kemudian malah menjadi tawanan dari De Taillebourg. Thomas kemudian disiksa dan diinterogasi oleh biarawan inkuisisi Dominican untuk mengorek informasi tentang keberadaan The Holy Grail, sementara teman-temannya di La-Roche-Derrien bersiap-siap menghadapi serbuan besar-besaran dari pasukan Perancis dan Brittany dibawah pimpinan Charles of Blois.

Vagabond dengan menarik sekali mengisahkan kelanjutan petualangan Thomas of Hookton sang pemanah dalam mencari The Holy Grail. Kisah pencarian cawan sakti yang misterius ini saja sudah sangat menarik, karena banyak yang meyakini bahwa cawan tersebut benar-benar ada, tetapi tidak sedikit yang menganggapnya hanya sebagai sebuah legenda atau bahkan isapan jempol belaka. Selain itu latar belakang cerita juga diceritakan oleh Bernard Cornwell dengan sangat menarik, mengambil setting perang Hundred Year War antar Inggris melawan Perancis, perang yang berlangsung sangat lama dan memakan banyak sekali korban jiwa dan menyebabkan kehancuran di daratan Perancis. Peperangan ini juga masih menunjukkan superioritas Inggris atas Perancis terutama dengan adanya para pemanah di pihak Inggris yang merupakan ultimate weapon yang hampir tidak bisa dilawan. Dominasi para pemanah ini berlangsung cukup lama sampai teknologi senapan laras panjang bisa disempurnakan akurasinya. Menarik juga untuk membaca bagaimana politik gereja juga sangat dominan pada masa itu, dan pencarian The Holy Grail menjadi misi politik gereja yang paling penting.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: