The Pillars of the Earth

Wonderful story….awalnya rada enggan baca buku ini, saya biasanya memang lebih suka kisah2 bertema besar, great battles, heroic leaders, historical critical milesones, dan yang sejenisnya, sementara Pillars of The Earth “cuma” bercerita tentang pembangunan gereja. Terdorong oleh banyaknya pujian terhadap buku ini ditambah discount 20% di Kinokuniya akhirnya saya tertarik untuk beli dan baca buku ini…

Setting cerita berkisar pada abad ke-12 di Inggris selatan, yaitu pada masa yang dikenal sebagai “The Anarchy”, yang dimulai dari tenggelamnya The White Ship, di mana salah satu penumpangnya adalah pewaris kerajaan King Henry I, sampai dengan terbunuhnya Archbishop Thomas Becket.

Pada awalnya buku ini berkisah tentang Tom Builder, seorang mandor bangunan yang bercita-cita untuk memimpin pekerjaan membangun katedral. Tom kemudian berkelana di wilayah Inggris selatan mencari pekerjan pembangunan katedral.

Tokoh cerita kemudian bergeser ke Philip, seorang biarawan muda yang pintar dan ambisius, yang dalam usia relatif muda berhasil memenangkan pemilu untuk menjadi Prior, pemimpin para biarawan di Kingsbridge Priory. Ketika kemudian katedral Kingsbridge terbakar habis, Prior Philip yang kebetulan bertemu Tom mengangkatnya menjadi Master Builder untuk mengepalai pembangunan katedral Kingsbridge yang baru. Prior Philip lah yang kemudian menjadi tokoh sentral protagonis sepanjang cerita buku ini, dalam usahanya membangun katedral Kingsbridge yang baru.

Cerita mengalir di seputar pembangunan katedral di tengah berkecamuknya perang saudara antara King Stephen dan Princess Maud, keponakan dan putri King Henry I. Perang saudara tersebut menyebabkan ketidakpastian dan kekacauan, dan digambarkan dengan menarik sekali oleh sang pengarang dengan melibatkan tokoh-tokoh tambahan seperti Aliena, putri bangsawan Inggris yang terlunta-lunta setelah ayahnya dituduh berkhianat dan masuk penjara, William Hamleigh, bangsawan muda yang haus darah, dan Waleran Bigod, bishop Kingsbridge yang gila kekuasaan.

Salah satu yang menarik dari buku ini adalah proses pekerjaan pembangunan katedral tersebut dengan segala problem arsitekturnya. Tom Builder adalah seorang arsitek yang cerdas dimana diceritakan pada awalnya Tom berencana untuk membangun katedral Kingsbridge dengan gaya Romanesque seperti kebanyakan katedral di Inggris. Tom kemudian tewas ketika Kingsbridge dibakar oleh William Hamleigh, dan pekerjaan katedral dilanjutkan oleh anak angkatnya. Jack, anak angkat Tom, dibesarkan oleh ibunya sendirian di hutan, dilatih oleh Tom menjadi seorang pemahat batu yang hebat, sempat berkelana ke Spanyol dan Perancis, di mana dia belajar matematika dan menyaksikan gaya arsitektur katedral yang berbeda dan sedang populer di Eropa daratan yaitu arsitektur Gothic. Jack kemudian memperkenalkan metode arsitektur Gothic yang belum dikenal di Inggris seperti Pointed Archs, Rib Vault, dan Flying Buttresses yang membuat Kingsbridge pada akhirnya selesai dibangun dan menjadi katedral termegah di Inggris Raya.

Yang tak kalah menarik dari buku ini adalah kita bisa melihat bagaimana pekerjaan konstruksi sebuah katedral pada masa itu ternyata menjadi penggerak ekonomi di daerah tersebut, dimana Kingsbridge yang tadinya desa terbelakang berkembang menjadi kota pasar yang mandiri.

Cerita ditutup dengan tragedi pembunuhan Thomas Beckett, Archbishop Canterbury, setelah berselisih paham dengan King Henry II, putra dari Princess Maud yang menjadi penguasa mengakhiri perang saudara. Berkuasanya King Henry II adalah awal dari satu periode bersejarah Inggris yang dikenal sebagai masa Angevin Empire.

Kalau masih tertarik dengan Ken Follett, masih ada sekuel dari buku ini yaitu World Without End. Tetapi kalau pingin baca lebih jauh tentang Angevin Empire, silakan baca novel The Greatest Knight dan The Scarlet Lion karangan Elizabeth Chadwick. Buku ini bercerita tentang William Marshal, bangsawan Inggris yang sempat menjadi tangan kanan dari 4 orang raja Angevin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: