Why do I like Historical Fiction (Part 2)

Hagia Sophia, former basilica, then mosque, now museum...

Satu hal yang membuat historical fiction atau novel sejarah menarik adalah kita lebih dapat merasakan apa yang dialami para pelaku sejarah di suatu masa tertentu, dibandingkan dengan membaca literatur. Seorang pengarang yang bagus biasanya mampu menggambarkan ketakutan, kegembiraan, cinta, harapan dan berbagai perasaan yang dialami, walaupun tentu saja banyak yang merupakan rekaan belaka, mengingat tentunya tidak banyak catatan sejarah yang menggambarkan perasaan2 tersebut. Anyway buat saya menarik sekali membayangkan rasa cinta Marc Antony terhadap Cleopatra, atau ketakutan King Alfred menghadapi invasi bangsa Viking ke Inggris, kebingungan yang dialami Ghengiz Khan dalam bersikap terhadap anak2nya, kadang perasaan2 tersebut digambarkan dengan sangat nyata dan menyentuh, dan membantu kita menyadari bahwa banyak keputusan2 besar dalam sejarah yang dilandaskan semata pada emosi para pelaku sejarah tersebut.

Dengan membaca novel sejarah kita juga lebih mudah memahami kondisi ekonomi politik sosial dan budaya suatu masyarkat pada masa tertentu. Kita akan tahu bagaimana kondisi masyarakat Mongol pada tahun 1200an, kehidupan bangsawan Inggris di era Tudor tahun 1500an, demokrasi ala Romawi di awal abad Masehi, budaya Yunani yang merupakan cikal bakal budaya Eropa modern, bahkan sampai kehidupan bangsa Mesir kuno tahun 2000an sebelum Masehi.

Novel sejarah juga membantu mengenal perkembangan teknologi dari masa ke masa dengan cara yang memikat. Perkembangan teknologi persenjataan termasuk banyak dibahas dalam novel sejarah, terutama dalam novel-novel yang berkisah tentang penaklukan dan peperangan besar. Kisah dari jaman Yunani kuno misalnya masih mengagungkan persenjataan dari bahan tembaga (bronze age), sampai kemudian munculnya teknologi pengolahan besi (iron age) yang membuat tembaga menjadi mainan lembek. Ketika kota-kota besar menjadi kota-kota benteng, teknologi senjata penggempur tembok mengalami kemajuan pesat, muncul jenis senjata2 baru seperti catapults, ballistae, trebuchets, mangonels, onagers, dalam berbagai versi dan bentuk. Penemuan mesiu di abad pertengahan juga membuat metode peperangan berubah total.

Novel sejarah tidak hanya bercerita tentang teknologi peperangan. Perkembangan teknologi arsitektur adalah salah satu hal yang paling menarik yang bisa didapat dari novel-novel sejarah. Menarik sekali membaca dan membandingkan arsitektur Romawi, Gothic, Islam, juga perkembangan bangunan-bangunan megastructure seperti cathedral, castle, istana raja-raja, dan sebagainya.

Masih banyak lagi informasi menarik yang kita dapatkan sambil asyik mengikuti jalan cerita novel-novel sejarah, yang akan kita bahas dalam tulisan berikutnya, termasuk juga jenis-jenis novel sejarah, dan siapa saja pengarang-pengarangnya. See You.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: