The Other Queen

The Other Queen adalah salah satu karya Philippa Gregory yang merupakan kelanjutan dari Best Seller The Other Boleyn Girl. Buku ini masih bercerita tentang kerajaan Inggris di bawah kekuasaan dinasti Tudor, masa-masa penuh skandal, intrik politik dan agama.

Yang disebut sebagai The Other Queen dalam buku ini adalah Mary Stuart, queen of Scotts. Buku ini mengambil setting sekitar tahun 1570an, di saat Inggris dipimpin oleh The Virgin Queen, Elizabeth I, the last of the Tudor. Mary adalah cucu dari adik perempuan raja Inggris Henry VIII yang menikah dengan raja Skotlandia, sehingga secara keturunan Mary adalah pewaris tahta Inggris dan Skotlandia sekaligus. Sejak kecil Mary tinggal di Perancis dan sudah dijodohkan dengan putra mahkota Perancis. Ketika akhirnya ia menikah, maka Mary menjadi pewaris sah tahta Skotlandia, Inggris, dan Perancis.

Mary kehilangan haknya atas tahta Perancis setelah suaminya meninggal tidak lama setelah menikah. Kembali ke skotlandia, Mary pun tidak lama menduduki singgasana sang ratu karena terjadinya pemberontakan yang dipimpin oleh saudara tirinya sendiri. Mary akhirnya bahkan harus mengungsi dan minta perlindungan ratu Inggris, Elizabeth.

Elizabeth adalah anak perempuan Henry VIII dari hubungannya dengan Anne Boleyn (silakan baca sinopsis The Other Boleyn Girl – the movie di web site ini). Walaupun sempat diakui sebagai ratu Inggris, Anne akhirnya dipancung dan Elizabeth dinyatakan sebagai anak haram. Elizabeth dibesarkan dalam kondisi sulit sebagai seorang anak yang tidak diakui, di lingkungan yang penuh kecurigaan bahkan antar sesama saudara. Elizabeth berhasil naik tahta Inggris setelah Prince Edward, anak dari istri ketiga Henry, dan Princess Mary, anak dari istri pertama Henry, keduanya meninggal setelah berkuasa hanya dalam waktu singkat.

Kedatangan Mary Stuart ke Inggris sangat mengganggu Elizabeth, karena banyak bangsawan dan juga rakyat Inggris yang meyakini bahwa Mary lebih berhak atas tahta Inggris daripada Elizabeth si anak haram. Satu lagi yang membuat suasana memanas adalah Mary seorang penganut Roman Catholic yang taat, sementara Elizabeth adalah seorang Protestant, agama baru di Eropa yang sangat kontroversial. Elizabeth akhirnya menitipkan Mary pada pengikutnya Earl Shrewsbury bernama George Talbot dan istrinya Bess, dengan janji pada waktunya nanti Elizabeth akan membantu Mary kembali bertahta di Skotlandia.

Buku ini bercerita dari tiga sudut pandang yang berbeda yaitu Mary Stuart, George Talbot, dan Bess.

George adalah typical seorang bangsawan Inggris yang loyal terhadap raja dan ratunya tanpa pandang bulu. George setia terhadap Elizabeth dan sangat menjunjung tinggi nilai2 kebangsawanan.

Bess adalah seorang anak petani yang sudah menikah tiga kali, di mana setiap kali menikah martabatnya naik sehingga ketika menikah terakhir dengan George dia menjadi seorang Countess. Bess adalah seorang pekerja keras dan mendapatkan kekayaannya dari hasil jerih payahnya mengelola dan jual beli properti. Dalam buku ini Bess digambarkan lebih mirip sebagai pedagang yang membawa-bawa account book nya kemana-mana, sama sekali tidak bergaya seorang Countess.

Mary adalah putri belia yang luar biasa cantik. Kecantikannya sanggup memukau pria manapun, termasuk George. Kecantikan Mary, didukung fakta bahwa dia adalah keturunan yang sah dari Henry, dan juga keinginan sebagian rakyat untuk kembali bisa menjalankan agama Katolik seperti dulu, membuat banyak dukungan mengalir untuknya. Dukungan tersebut mencapai puncaknya ketika akhirnya para bangsawan dari Inggris utara berontak terhadap Elizabeth, dengan didukung oleh Paus dan King Philip dari Spanyol. Tujuannya adalah mendudukkan Mary di singgasana Inggris dan mengembalikan Roman Catholic sebagai agama resmi di Inggris.

The Other Queen adalah buku yang sangat menarik untuk dibaca karena bukan hanya menceritakan rivalitas dua wanita memperebutkan tahta Inggris. Inggris pada masa itu adalah salah satu masa bersejarah dimana Elizabeth melanjutkan jejak ayahnya membawa agama baru Protestant dan melepaskan diri dari Eropa daratan dan Roman Catholic. Keberanian Elizabeth menimbulkan keresahan luar biasa baik di kalangan rakyat biasa maupun para bangsawan. Kedatangan protestan tidak hanya membuat rakyat gamang karena hilangnya ritual2 agama lama dan ketergantungan akan biara. Protestan juga membawa pembaharuan dalam bidang ekonomi dimana terjadi distribusi kesajahteraan yang tadinya dikuasai gereja menjadi tersebar dan dimiliki oleh perorangan. Inggris di masa Elizabeth banyak melahirkan orang kaya baru baru dari orang2 yang tadinya bukan apa2 menjadi land owner dan pedagang2 besar.

Bess adalah salah satu contoh anak petani yang terangkat martabatnya oleh revolusi yang dibawa Elizabeth dan agama barunya. Kedatangan Mary menjadi malapetaka buat Bess. Kewajibannya untuk menampung Mary di rumahnya membutuhkan dana yang sangat besar yang tidak hanya mengganggu neraca keuangannya, tapi lambat laun akan membawanya dalam jerat hutang dan kehilangan aset2nya. Masalah diperburuk dengan kenyataan bahwa suaminya George, seperti juga semua lelaki yang pernah mengenal Mary, akhirnya kepincut juga oleh Mary. Sehingga akhirnya Bess pun sangat membenci Mary. George bahkan menghadapi tuduhan berkhianat terhadap Elizabeth karena kedekatannya terhadap Mary, dan terancam hukuman penjara atau bahkan dipancung jika tuduhan itu terbukti. Jika George terbukti bersalah, maka seluruh asetnya, dan juga aset2 Bess, akan diambil alih oleh kerajaan. Demikianlah akhirnya Bess dihadapkan pada kemungkinan simalakama, siapa pun yang menjadi penguasa Inggris, baik itu Mary maupun maupun Elizabeth, dia terancam akan kehilangan suami dan semua hartanya, dan kembali menjadi miskin seperti ketika dia dilahirkan.

George sendiri menghadapi konflik batin yang tidak kalah berat terutama ketika dia harus mempertanyakan kesetiaannya aendiri di antara tiga wanita, Elizabeth sebagai ratunya, Bess istrinya, atau Mary gadis pujaannya. Sedangkan Mary sendiri tenggelam dalam harapannya untuk kembali berkuasa si skotlandia dan bertemu dengan kekasihnya Bothwell, seorang jendral perang Skotlandia yang berada dalam tawanan kerajaan Denmark. Harapan ini terbentur ketakutan Elizabeth akan kekuatan dan pesona yang dimiliki sepupunya, yang membuatnya harus terpenjara di puri milik Bess, seorang protestan yang sangat dibencinya.

Cerita dalam buku ini mengalir dalam gambaran dilema yang dialami dan dinarasikan oleh Bess, George dan Mary. Beberapa tokoh penting lain digambarkan sesuai pandangan ketiga narator di atas. William Cecil misalnya, penasehat kepercayaan Elizabeth dan orang yang menjadi otak dan pelaksana semua kebijakan kerajaan, adalah teman baik Bess tetapi musuh besar Mary dan adalah orang yang sangat tidak disukai oleh para bangsawan Inggris, termasuk George, karena kedekatannya dengan Elizabeth. Cecil, Elizabeth, dan tokoh penting lain dalam cerita seperti Duke of Norfolk, Bothwell, Ambassador Ross, merchant Ridolfi, banyak disebut-sebut tetapi tidak pernah atau sedikit sekali muncul secara fisik, hanya muncul dalam narasi ketiga tokok di atas.

Peristiwa2 penting juga tidak dialami secara langsung oleh ketiga narator, seperti ketika pasukan dari utara bergerak ke arah ibukota London, atau ketika armada Spanyol menyerang di lepas pantai Inggris. Tetapi yang sangat menarik dari buku ini adalah bagaimana sang penulis menggambarkan pikiran2, harapan2 ketakutan2 dari ketiga tokoh tersebut pada saat mendengar berbagai kejadian besar yang walaupun tidak terlalu dekat dengan tempat mereka berlindung, tetapi dampaknya akan berakibat langsung pada mereka. Ketiga tokoh juga mampu mewakili segmen kelas atas Inggris saat itu, dan perasaan2 dan pikiran2 mereka dapat memberikan gambaran yang representatif atas pergolakan yang terjadi di Inggris di masa itu.

Bagaimana akhir cerita, siapakah yang akhirnya meraih tahta Inggris, apakah Mary atau Elizabeth, bagaimana akhir nasib yang dialami Bess, apa yang terjadi atas kisah cinta Bess dan George, silakan temukan dalam buku The Other Queen ini. Jika anda butuh visualisasi dari film, silakan tonton film Elizabeth yang kurang lebih mengisahkan kejadian yang sama, tetapi dari sudut pandang ynag berbeda.  Terima kasih.

2 responses to this post.

  1. Posted by novia on October 20, 2014 at 8:57 am

    halo.. slm kenal..
    kebeneran aq lg cari buku2 tentang kerajaan inggris ky gini,, klo boleh tau km beli buku ini dimana ya???

    Reply

    • Posted by toelistangan on December 12, 2014 at 10:56 am

      Hi Novia,

      Buku2 novel historis seperti ini sudah banyak kok…bisa dibeli di periplus atau kinokuniya…sementara ini saya juga sedang coba mendapatkan hak untuk menerjemahkan novel-novel seperti ini supaya makin banyak teman-teman yang bisa ikutan baca…cheers

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: